Wavy Tail

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 06 Januari 2019

PROSES PEMBUATAN KERAJINAN LILIN

Cara Membuat Lilin Sederhana

Bahan-bahan:
Paraffin,Benang kasur, parfum, Pewarna.

Peralatan:
  • Panci kecil
  • Botol bekas mayones,selai, atau lainnya (usahakan cari yang berlubang lebar dan kaca tebal, lalu cuci bersih dan keringkan)
  • Gelas kecil (transparan jika lilin ingin berwarna-warni)
  • Tusuk sate, dengan ukuran lebih panjang daripada diameter mulut gelas.
Proses pembuatan:
  1. Siapkan tusuk sate kemudian ikat bagian tengahnya dengan benang kasur, lalu letakkakan tusuk satec tersebut tepat di atas mulut gelas, dan aturlah agar benang jatuh ke dasar dan tetap berada ditengah gelas.
  2. Ambil botol bekas yang telah disiapkan lalu masukkan ke dalamnya potongan parafin.
  3. Letakan botol yang telah berisi parafin tersebut ke dalam panci yang telah diisi air dengan tinggi kira-kira 1/3 panci.
  4. Panaskan pannci di atas kompor yang menyala dengan api kecil, kemudian aduk perlahan hingga parafin mencair.
  5. masukkan pewarna sedikit demi sedikit sampai mendapatkan warna yang sesuai dengan yang diinginkan.
  6. Setelah warna yang sesuai matikan api, lalu angkat panci dari kompor, tambahkan parfum/aroma ke dalam paraffin yang masih mencair.
  7. proses terakhir adalah menuangkan paraffin cair ke dalam gelas, lalu diamkan sampai parafin menjadi dingin dan beku.

Untuk mendapatkan warna lilin ingin lebih bergradasi (bercampur) caranya sama dengan proses lilin berlapis, bedanya saat menuangkan lilin berwarna B tidak usah menunggu lilin berwarna A mengeras.

Jika lilin ingin lebih menarik: beri tambahan lilin malam berwarna-warni yang biasa dimainkan anak-anak, dan tempelkan pada permukaan dalam gelas (bentuk agar berupa bunga, daun atau lainnya jika dilihat dari luar gelas). Lalu tuangkan paraffin cair (jangan terlalu panas, agar lilin malam tidak ikut mencair).

Untuk menghasilkan posisi sumbu agar lebih tegak, celupkan sumbu tersebut ke dalam paraffin cair, lalu letakkan kembali di tengah-tengah gelas.

Untuk menghasilkan warna yang berlapis Tuangkan 1-2 sendok makan warna A, dinginkan hingga keras
Lalu tambah 1-2 sendok warna B, dinginkan kembali hingga keras, ulang ke warna A atau ke warna C, dst hingga mendapatkan warna yang sesuai selera.








SUMBER:
https://cara-membuat-sendiri.blogspot.com/2013/09/cara-membuat-lilin-sederhana.html

PROSES PRODUKSI KERAJINAN BAHAN LUNAK GETAH NYATU

 
Kerajinan tangan dari getah nyatu yang bahan dasarnya berasal dari pohon kayu nyatu yang merupakan tanaman khas dari Kalimantan Tengah khususnya Kabupaten Pangkalan Bun serta Kecamatan Bukit Tangkiling, Palangkaraya.
Pohon nyatu hanya bisa ditemukan di areal berawa di Kabupaten Pangkalan Bun serta Kecamatan Bukit Tangkiling.
Pohon nyatu merupakan tanaman yang memiliki pertumbuhan relatif cepat, dalam waktu enam bulan, pohon tersebut bisa tumbuh hingga 10 meter. Pohon nyatu yang berumur enam bulan ini oleh suku Dayak dipanen dengan cara mengambil getahnya.

Sampai jadi cinderamata  getah nyatu harus diolah melalui beberapa tahap. Awalnya, batang pohon yang sudah dipanen dipisahkan dari kulitnya. 
Batang kemudian direbus untuk mendapatkan getah yang baik, proses perebusan batang pohon nyatu dilakukan sebanyak tiga kali.

Perebusan pertama dilakukan dengan mencampurkan sedikit minyak tanah. Hal ini dilakukan untuk memisahkan batang pohon dengan getahnya.
Perebusan kedua menggunakan air untuk memisahkan getah nyatu dengan minyak tanah. Setelah getah pohon nyatu terkumpul, dilakukan perebusan terakhir untuk menambahkan warna pada getah tersebut.
Proses pewarnaan getah nyatu menggunakan bahan-bahan yang alami, seperti berbagai daun  dengan warna tertentu.

Setelah diberi warna, getah dibentuk  dilakukan ketika masih dalam keadaan panas. Getah pada suhu normal akan menjadi kering dan keras. 
Bentuk yang dibuat  perahu naga atau perahu burung tingang. Perahu burung tingang merupakan perahu yang menggambarkan suasana perang. 
Harga kerajinan getah nyatu relatif terjangkau dengan kisaran harga antara puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung pada bentuk dan ukurannya. (suh)




SUMBER:
listaaaaanetta0008.blogspot.com/2018/01/cara-membuat-kerajinan-dari-getah-nyatu.html

PROSES PRODUKSI KERAJINAN BAHAN LUNAK KERAJINAN KULIT

Kerajinan dari Kulit
Sumber: Wikimedia Commons/Sentausa
Kerajinan ini menggunakan bahan baku kulit yang sebelumnya sudah disamak. Kulit yang digunakan bisa berupa kulit mentah ataupun kulit sintetis. Kulit ini berasal dari hewan, seperti buaya, sapi, kambing, kerbau sebagai bahan dasar kerajinan. Kerajinan kulit ini menghasilkan banyak barang atau benda seperti tas, dompet, wayang, jaket, sepatu, dan lain sebagainya.




SUMBER:
oktaviojalu.blogspot.com/2019/01/produksi-kerajinan-bahan-lunak_6.html

PROSES PRODUKSI KERAJINAN BAHAN LUNAK ALAM KERAMIK

Membuat keramik memerlukan teknik-teknik yang khusus dan unik. Hal ini berkaitan dengan sifat tanah liat yang plastis dimana diperlukan ketrampilan tertentu dalam pengolahan maupun penanganannya. Membuat keramik berbeda dengan membuat kerajinan kayu, logam, maupun yang lainnya. Proses membuat keramik adalah rangkaian proses yang panjang yang didalamnya terdapat tahapan-tahapan kritis. Kritis, karena tahapan ini paling beresiko terhadap kegagalan. Tahapan proses dalam membuat keramik saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Proses awal yang dikerjakan dengan baik, akan menghasilkan produk yang baik juga. Demikian sebaliknya, kesalahan di tahapan awal proses akan mengasilkan produk yang kurang baik juga.

A. Bahan dan Alat Pembuatan Keramik
1. Bahan
Secara garis besar bahan baku yang dipergunakan untuk membuat keramik Terdiri atas 3 macam (triaxial), yaitu Tanah liat (clay), Pasir, Feldspar.
  • Tanah liat (Clay ) Kandungan utama dari tanah liat antara lain Kaolinite (Al2O3.2SiO2.2H2O), Montmorillinote, Illite, Halloysite, Perbedaan kandungan tanah liat memberikan sifat yang berbeda-beda. Sifat tanah liat yang penting untuk pembuatan keramik antaralain Plastisitas (kemampuan untuk dibentuk tanpa mudah retak), Fusibilitas (kemampuan untuk dilebur), Bahan baku pasir (kwarsa), Fungsi (sebagai bahan non plastik).
  • baju wanita
  • Pasir Berfungsi sebagai bahan pengisi, namun jika penambahan terlalu banyak silikat dalam pasir menyebabkan keretakan pada waktu pembakaran.
  • Feldspar Bahan baku feldspar berfungsi sebagai bahan pengikat dalam pembuatan keramik, dan Menurunkan temperatur pembakaran. Ada beberapa jenis bahan feldspar yang diantaranya K-feldspar, Na-feldspar, Ca-feldspar. Bahan lainnya yaitu :
  • Kaolin Nama kaolin berasal dari bahasa cina, kauling yang berarti pegunungan tinggi, yaitu gunung yang terletak dekat Jakhau Cina yang tanah lempungnya sudah dimanfaatkan dalam pembuatan keramik sejak beberapa abad lalu. Kaolin adalah tanah liat putih yang mempunyai mutu penyusutan yang baik selama pengeringan dan pembakaran. Clay jenis ini merupakan clay yang paling penting dalam pembuatan keramik dan paling putih di antara clay lainnya, karena kandungan besinya yang paling rendah. Sifat-sifat kaolin : Tidak terlalu plastis, Kekuatan keringnya rendah, Titik leburnya 1700oC-1785oC, Dalam keadaan kering berwarna putih, Memberi warna putih pada masse badan keramik, dan Setelah dibakar berwarna putih.
  • Kuarsa Kuarsa adalah mineral yang berasal dari batuan beku asam metamorf dan sedimen, dalam bentuk dengan komposisi sebagian besar berupa silika dan terdapat pada sebagian batu pasir kuarsa. Fungsi kuarsa di dalam pembuatan keramik pengarah benang adalah : Tidak mengurangi keplastisan dan penyusutan pada bodi keramik, Mengurangi susut kering dan susut bakar dari tanah liat, Memudahkan air untuk menguap sewaktu proses pengeringan dan proses pembakaran, Memberi sifat kuat pada barang-barang yang dibuat dan dapat mencegah perubahan bentuk pada waktu dibakar, dan Dapat mengurangi daya memuai dari benda yang sudah jadi
2. Alat
Macam-macam alat untuk membentuk keramik, yaitu;
  • Kayu bulat/penggiling berguna untuk membuat lempengan.
  • Meja putar berguna untuk membuat keramik bentuk lingkaran atau silinder.
  • Tali pemotong berguna untuk memotong tanah liat atau mengambil keramik yang masih basah dari meja putar.
  • Cetakan biasanya terbuat dari gips. bentuknya persis seperti model yang akan kita buat.
  • Butsir berguna untuk membantu pembentukan tanah liat.
  • Pisau pahat berguna untuk membuat dekorasi pada keramik.
  • Sudip berguna untuk membuat hiasan saat tembikar masih basah.
  • Tungku pembakaran berguna untuk membakar keramik yang sudah kering atau keramik berglasir.
Alat-alat Pembuatan Keramik
B. Teknik dalam Pembuatan Kerajinan Keramik 
1. Teknik Pijit Tekan 
Teknik pijit tekan (pinch) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual. Caranya tanah liat dipijit tekan dari bentuk bola menjadi bentuk yang diinginkan dengan menggunakan jari-jari tangan. Cara membuat keramik dengan teknik pijit tekan antara lain sebagai berikut.
  • Pijit tanah dengan ibu jari 
  • Tekan tanah kemudian diputar 
  • Bentuk leher dengan ibu jari 
  • Membuat tutup dengan cara yang sama 
  • Mengukur tutup dengan badan
Teknik Pembuatan
2. Teknik Pilin 
Teknik pilin (coil) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual caranya tanah liat digulung hingga terbentuk pilinan tanah. Cara membuat keramik dengan teknik pilin antara lain sebagai berikut.
  • Buat pilinan di atas meja 
  • Buat lempengan lingkaran sebagai alas 
  • Lilitkan pilinan di atas lempengan Rapikan menggunakan butsir 
  • Selesaikan bentuk dengan pilinan 
3. Teknik Lempengan 
Teknik lempengan (slab) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual dengan membentuk lempengan menggunakan rol. Lempengan digunakan untuk membuat karya keramik yang berbentuk persegi atau silinder. Cara membuat keramik dengan teknik lempengan bentuk persegi antara lain sebagai berikut.
  • Gulung lempengan dengan cetakan silinder. 
  • Potong kelebihan tanah menggunakan butsir. 
  • Ratakan tanah dan beri alas lingkaran. 
  • Satukan 3 sisi lempengan dengan lem tanah. 
  • Tambahkan sisi lainnya dan satukan dengan cara yang sama. 
  • Menggunakan butsir rapikan bentuk persegi dengan hati-hati
4. Teknik Cetak 
Teknik pembentukan dengan acuan alat cetak dapat digunakan untuk memproduksi produk kerajinan keramik dalam jumlah yang banyak, dan waktu relatif singkat dengan bentuk dan ukuran yang sama pula. Teknik cetak meliputi: cetak padat dengan teknik press (tekan) dan cetak basah atau cair dengan teknik cor.
  • Tekan tanah ke dalam cetakan gips. 
  • Angkat tanah hasil cetakan menggunakan tanah. 
  • Rapikan bentuk menggunakan tusuk gigi. Tuang tanah cair ke dalam cetakan. 
  • Diamkan beberapa menit, lalu tuang sisa tanah cair dari cetakan. 
  • Balik cetakan untuk membersihkan sisa tanah cair.
  • Buang sisa tanah yang tidak perlu. 
  • Copot cetakan dari tanah. Rapikan benda hasil cetakan dengan butsir.
C. Tahapan Pembuatan Keramik
1. Pengolahan Bahan
Tujuan pengolahan bahan ini adalah untuk mengolah bahan baku dari berbagai material yang belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang telah siap pakai. Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah maupun kering, dengan cara manual ataupun masinal. Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara lain pengurangan ukuran butir, penyaringan, pencampuran, pengadukan (mixing), dan pengurangan kadar air. Pengurangan ukuran butir dapat dilakukan dengan penumbukan atau penggilingan dengan ballmill. Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak seragam. Ukuran butir biasanya menggunakan ukuran mesh. Ukuran yang lazim digunakan adalah 60 –100 mesh.

2. Pembentukan
Tahap pembentukan adalah tahap mengubah bongkahan badan tanah liat plastis menjadi benda-benda yang dikehendaki. Ada tiga keteknikan utama dalam membentuk benda keramik: pembentukan tangan langsung (handbuilding), teknik putar (throwing), dan teknik cetak (casting).

3. Pengeringan
Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik. Ketika badan keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses penting: (1) Air pada lapisan antarpartikel lempung mendifusi ke permukaan, menguap, sampai akhirnya partikel-partikel saling bersentuhan dan penyusutan berhenti; (2)  Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut; dan (3) air yang terserap pada permukaan partikel hilang.

4. Pembakaran
Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini mengubah massa yang rapuh menjadi massa yang padat, keras, dan kuat. Pembakaran dilakukan dalam sebuah tungku/furnace suhu tinggi. Ada beberapa parameter yang mempengaruhi hasil pembakaran: suhu sintering/matang, atmosfer tungku dan tentu saja mineral yang terlibat. Selama pembakaran, badan keramik mengalami beberapa reaksi-reaksi penting, hilang/muncul fase-fase mineral, dan hilang berat (weight loss).

5. Pengglasiran
Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan sebelum dilakukan pembakaran glasir. Benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup, dituang, disemprot, atau dikuas. Untuk benda-benda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang; untuk benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan. Fungsi glasir pada produk keramik adalah untuk menambah keindahan, supaya lebih kedap air, dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan.






Sumber:
https://adityaputrawidodo.blogspot.com/2016/11/alat-bahan-teknik-dan-konsep-pembuatan.html

JENIS DAN KARAKTERISTIK KERAJINAN BAHAN LUNAK

Ada beberapa bahan lunak yang diguynakan dalam pembuatan produk kerajinan, yaitu

  1. Bahan Lunak Alam: Bahan lunak alam adalah bahan lunak untuk karya kerajinan yang diperoleh dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami. Contohnya adalah tanah liat, kulit getah nyatu, bubur tisu, dan flour clay.

















        2. Bahan Lunak Buatan: Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu. Contohnya: polymer clay, gips, fiberglass, lilin, sabun,dll.

















Sumber:
https://www.google.com/search?q=tanah+liat&safe=strict&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwi-tZWm4NrfAhVEMo8KHSc6AlsQ_AUIDigB#imgrc=O1AVvx8eIYMRcM:
https://www.google.com/search?safe=strict&tbm=isch&sa=1&ei=h8syXNigC4rWvgTGt7GQDA&q=bubur+tisu&oq=bubur+tisu&gs_l=img.3.1.0j0i5i30j0i24l2.20137.22375..22736...0.0..0.158.1070.6j4......1....1..gws-wiz-img.......35i39j0i67.a2g611zvyeI#imgrc=rmqiEsewSz2B9M:
https://www.google.com/search?safe=strict&tbm=isch&sa=1&ei=ocsyXOuGAozRvgT-jJHgCg&q=flour+clay&oq=flou&gs_l=img.1.0.0l10.94283.96455..101022...0.0..0.177.426.3j1......1....1..gws-wiz-img.......0i67.oY6NfuNp14M#imgrc=1HNrD-iDMSFn3M:
https://www.google.com/search?safe=strict&tbm=isch&sa=1&ei=CcwyXJC7MMnd9QPXiZWgAQ&q=polymer+clay&oq=polymer&gs_l=img.1.0.0i67j0l9.229482.231384..234125...0.0..0.210.778.5j1j1......1....1..gws-wiz-img.......35i39.aAHf3cYUn04#imgdii=QPOfdEENKim1oM:&imgrc=NzazPtDPPmlrrM:
https://www.google.com/search?safe=strict&tbm=isch&sa=1&ei=gM0yXLa5LYjTvgSi4LeoCA&q=lilin&oq=lilin&gs_l=img.3..0l10.9900.11695..12609...0.0..0.140.478.3j2......1....1..gws-wiz-img.......35i39j0i67.oz2IHEeBx7I#imgdii=aHO6v0Xd1mNAcM:&imgrc=1IWXBxezyiCfEM:

PRINSIP KERAJINAN BAHAN LUNAK

Kerajinan bahan lunak adalah produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak.
Pada praktiknya kerajinan dibuat dengan mempertimbangkan wilayah kerja dengan beberapa prinsip:

  1. Keterampilan Tangan
  2. Keterampilan Teknik
  3. Kedaerahan/Tradisional
Prinsip pembuatan kerajinan bahan lunak alam dan buatan memiliki kecenderungan yaitu sengaja dibuat orang secara khusus dan sangat mempertimbangkan aspek pemanduannya. Yang dimaksud Pemanduan adalah penggunaan bahan lain dengan warna dan bentuk yang berberda tetapi padu dengan bahan dasarnya. Pembanduan juga dapat dilakukan dengan bahan serupa tetapi dibuat dengan karakteristik yang berbeda. Secara umum jenis karya ini dapat dipilah menurut manfaatnya, sebagai berikut.
  1. Kelengkapan Busana: Contohnya gelang, kalung, bros, dan cincin.
  2. Kelengkapan Suatu Benda: Contohnya kotak tisu yang dilengkapi dengan hiasab keramik
  3. Kelengkapan Rumah/Bangunan: Contohnya air mancur berbentuk kodok.
  4. Kelengkapan Keperluan Ritual/Upacara Adat: Contohnya lilin.

Rabu, 02 Januari 2019

TUGAS 1 KERAJINAN DARI BAHAN ANORGANIK

1. Apa yang dimaksud dengan Kerajinan?
- Kerajinan adalah sebuah karya yang dibuat oleh manusia dari barang bekas.

2. Apa yang dimaksud dengan bahan anorganik?
- Bahan anorganik adalah barang bekas yang tidak bisa membusuk.

3. Sebutkan bahan-bahan anongarnik di sekitarmu!
- Botol bekas, kertas bekas, plastik bekas.

4. Sebutkan contoh kerajinan dari bahan anorganik!
- Taplak dari bungkus deterjen, pot dari botol bekas, topeng dari kertas koran bekas.