Wavy Tail

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 28 Agustus 2019

PENGERTIAN KERAJINAN BAHAN KERAS

PENGERTIAN KERAJINAN BAHAN KERAS


PENGERTIAN KERAJINAN DARI BAHAN KERAS

     Karya kerajinan dari bahan keras adalah kerajinan yang bahan bakunya menggunakan bahan yang keras, kerajinan ini terbagi dalam dua bentuk , yaitu Karya kerajinan bahan keras alami dan Karya kerajinan bahan keras buatan.


KARYA KERAJINAN BAHAN KERAS ALAMI

   Kerajinan bahan keras alami adalah kerajinan  yang bahan baku pembuatannya masih berasal dari bahan alami. Contohnya seperti : Kayu , Bambu , Biji-Bijian , Batu , Kerang , Rotan , Tulang , Dan sebagainya.


KARYA KERAJINAN BAHAN KERAS BUATAN

    Kerajian bahan keras buatan adalah karya kerajinan yang bahan bakunya sudah melewati proses pengolahan oleh manusia. Contohnya adalah Kaleng , Logam , Besi , Semen , Kawat , Dan lain sebagainya


FUNGSI KERAJINAN DARI BAHAN KERAS
Fungsi kerajinan dari bahan keras memilik dua macam fungsi , yaitu :
  • Sebagai Benda Pakai : Contohnya seperti lemari , meja , patung  , kursi , dll .
  • Sebagai Benda Hias : Contohnya seperti patung , bingkai , kalung ,dll.


JENIS DAN KARAKTERISTIK KERAJINAN BAHAN KERAS

Limbah keras yang digunakan sebagai bahan dasar kerajinan dapat dibedakan menjadi dua jenis sebagai berikut.

1. Limbah Keras Organik   Limbah yang terdiri atas kandungan bahan yang pejal, solid, kuat dan tidak mudah berubah bentuk, berasal dari sumber daya alam daratan dan lautan. Contohnya cangkang kerang laut, sisik ikan keras, tulang ikan, tulang hewan berkaki empat (sapi, kerbau, kambing), tempurung kelapa, dan potongan kayu. Hampir semua limbah keras organik dapat dimanfaatkan kembali sebagai produk kerajinan, tetapi diperlukan peralatan yang cu kup kuat untuk membantu dalam pengerjaannya.


Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Keras
2. Limbah Keras Anorganik   Limbah yang terdiri atas kandungan bahan yang kuat dan tidak mudah dihancurkan dengan alat biasa, melainkan harus menggunakan teknologi tertentu seperti pemanasan, pembakaran, dan penghancuran. Contohnya pelat-pelat dari logam, pecah-pecahan keramik, pecahan kaca, wadah/botol plastik, dan kaleng. Meskipun begitu, tidak semua limbah keras dapat diolah kembali menjadi karya kerajinan karena keterbatasan alat dan teknologi.

Limbah keras dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan. Proses recycle yaitu mendaur ulang limbah keras menjadi karya kerajinan dapat membantu menyelesaikan masalah lingkungan tersebut. Mulailah dari sekarang, untuk hidup yang lebih baik! Lakukanlah pengamatan terhadap gambar beberapa produk kerajinan dari limbah keras yang ada di lingkunganmu.




SUMBER: http://kerajinanprakarya.blogspot.com/2018/01/jenis-dan-karakteristik-bahan-limbah.html

PRINSIP KERAJINAN BAHAN KERAS

1. Pengertian Limbah Keras.

Limbah keras adalah Limbah yang berwujud dan bertekstur keras, padat, tidak mudah berubah bentuk, tidak mudah diolah dan diuraikan oleh tanah. Limbah keras juga terbagi menjadi dua jenis yaitu limbah keras organik dan anorganik.

Limbah keras organik adalah limbah yang berasal dari alam seperti tumbuhan dan hewan yang bersifat keras, padat, dan membutuhkan waktu yang lama untuk terurai didalam tanah. Limbah keras anorganik adalah jenis limbah yang berwujud keras, padat, sangat sulit dan bahkan tidak dapat terurai atau membusuk. Beberapa contoh limbah keras anorganik adalah,

Prinsip Kerajinan Bahan Limbah Keras
Prinsip Kerajinan Bahan Limbah Keras
  • Plastik.
  • Kaca.
  • Keramik, dan 
  • Baja.
Sampah anorganik berasal dari sumber daya alam dan kimia yang tidak terbarui.Akumilasi limbah yang merupakan sisa hasil buangan memiliki potensi sebagai polutan atau penyebab polusi. Oleh sebab itu,dengan proses daur ulang, sampah atau limbah mendapatkan perhatian khusus dan penanganan yang maksimal.

Perlu diketahui bahwa limbah keras relatif sangat sulit untuk terurai dan jikapun ada yang bisa terurai, memerlukan waktu yang sangat lama. Limbah tersebut berasal dari sumber daya pertambangan seperti minyak bumi, batubara, besi, timah, dan nikel. Mayoritas limbah banyak berasal dari aktifitas industri, pertambangan, dan domestik seperti sampah rumah tangga seperti cangkang kerang, tempurung kelapa, sisik ikan, kaleng bekas, botol, plastik, karet sintetis, potongan logam, berbagai jenis batuan, beling, tulang belulang, stereofoam dan lainnya.

Pada proses pengolahan limbah, baik itu limbah organik dan anorganik memiliki proses yang berbeda. Untuk limbah organik biasanya didaur ulang menjadi pupuk tanaman hingga menjadi bahan bakar biogas. Sementara untuk limbah keras yang ada dilingkungan masyarakat terlebih dahulu dilakukan dengan pengolahan,
  • Sanitasi (SanitaryLandfill).
    Yaitu suatu metode pengolahan sampah terkontrol dengan sistem sanitasi yang baik.
  • Pembakaran (incineration).
    Yaitu proses pembakaran sampah didalam alat insinerator yang hasil pembakarannya berupa gas dan residu pembakaran.
  • Penghancuran (Pulverisation).
    Yaitu Proses penghancuran sampah yang dilakukan didalam mobil sampah yang telah dilengkapi dengan mesin atgau alat pengaduk sampah. Sampah - sampah tersebut langsung dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil yang dapat dimanfaatkan untuk menimbun tanah yang letaknya rendah.
Limbah keras yang dapat didaur terdiri dari beberapa jenis diantaranya adalahcangkang kerang, tempurung kelapa, tulang belulang, plastik, logam, kaca, dan kaleng. Limbah - limbah dapat dipilah - pilah sesuai dengan kebutuhan. Jika dalam proses pemilihannya dianggap tidak layak pakai, maka limba dapat diselesaikan dengan cara dibakar, sebaliknya jika limbah masih dalam keadaan utuh, maka dapat dimanfaatkan kembali menjadi karya kerajinan yang bernilai seni dan bernilai ekonomis. Jika limbah sudah beralih manfaat menjadi baang kerajinan, secara ekonomis nilainya akan meningkat.

Tentunya sebagai generasi muda, kepedulian dan kepekaan terhadap lingkungan hidup sangat perlu ditanamkan mulai saat dini. Tantangannya membutuhkan usaha dan kreatifitas kita untuk memperbaiki kondisi lingkungan agar menjadi lebih baik. Pengetahuan tentang desain berkelanjutan perlu dipelajari lebih jauh lagi sehingga solusi limbah sebahan baku kerajinan dapat dikembangkan dan berkembang berdasarkan analisa yang tepat.

Diberbagai kegiatan pameran kerajinan, kita bisa melihat berbagai macam kerajinan yang terbuat dari bahan limbah keras yang merupakan hasil karya anak bangsa yang sungguh luar biasa, menjunjung tinggi kearifan lokal dan Budaya Nusantara sehingga dapat menggugah hati para pembeli. Produk produk yang dihasilkan juga beragam dan jika produk tersebut berkualitas, maka harga tidak akan menjadi persoalan dan ini membuktikan bahwa anak bangsa Indonesia adalah anak yagn kreatif serta senang mencari peluang kerja dan cinta akan produk dalam negeri.

Advertisement 2
Sejak dahulu kala, masyarakat Indonesia sudah menggunakan produk kerajinan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, mulai dari kebutuhan pribadi, rumah tangga, hingga pada sekedar kebutuhan hiasan untuk rumah atau kantor meraka. Berdasarkan pada pengamatan tersebut, maka kerajinan yang terbuat dari bahan dasar limbah dapat dibuat dalam berbagai macam bentuk serta fungsinya masing-masing.

2. Prinsip Kerajinan Bahan Limbah Keras.

Pengolahan limbah keras maupun organik, memiliki prinsip yang sama yaitu dengan cara 3R yakni Reduce (, Reuse, dan Recicle. 


Reduce berarti mengurangi penggunaan terhadap bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce juga berarti mengurangi belanja barang-barang yang anda tidak “terlalu” dibutuhkan seperti baju baru, aksesoris tambahan atau apa pun yang intinya adalah pengurangan kebutuhan. Termasuk pula mengurangi atau membatasi penggunaan kertas tissue dengan sapu tangan, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan print preview sebelum mencetak agar tidak salah, serta membaca koran secara online.

Reuse adalah pemakaian kembali seperti contohnya memberikan baju-baju bekas anda ke yatim piatu. Tapi yang paling dekat adalah memberikan baju yang kekecilan pada adik atau saudara anda, selain itu baju-baju bayi yang hanya beberapa bulan dipakai masih bagus dan bisa diberikan pada saudara yang membutuhkan.

Recycle adalah proses mendaur ulang barang limbah atgau sampah. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik di rumah anda, menggunakan bekas botol plastik air minum atau apapun sebagai pot tanaman, sampai mendaur ulang kertas bekas untuk menjadi kertas kembali. Daur ulang secara besar-besaran belum menjadi kebiasaan di Indonesia. Tempat sampah yang membedakan antara organik dan non-organik saja tidak jalan. Malah akhirnya lebih banyak gerilyawan lingkungan yang melakukan daur ulang secara kreatif dan menularkannya pada banyak orang dibandingkan pemerintah.

Upaya melakukan pendaur ulangan limbah keras menjadi bahan kerajinan tangan berarti sudah menjadi cara untuk mengatasi masalah lingkungan yagn menggangu kehidupan dan keindahan serta kesehatan manusia dan alam.

3R dalam proses pembuatan produk kerajinan harus selalu dijalankan sebab tindakan dapat meminimalisir sampah yang dihasilkan dalam proses produksi kerajinan. Penggunaan bahan limbah keras untuk dirancang menjadi sebuah produk kerajinan memang tidaklah mudah. Kita harus memiliki motifasi besar dan kreatifitas dalam mengatasi masalah limbah dilingkungan, sehingga tidak sulit untuk membuat dan melahirkan suatu rancangan yang besar. 

Kita perlu mengetahui dan memahami prinsip dasar yang membangun kesadaran bahwa mendisain bahan limbah keras merupakan suatu proses menata ulang kebermanfaatan dari sebuah produk bekas yang telah hilang nilai gunanya. Setiap rancangan harus memiliki nilai yang berkelanjutan dan tidak hanya sekedar bersifat ekonomis saja, teapi juga harus mengintegrasikan isu-isu lingkungan,sosial, dan budaya kedalam produk. Hal tersebut dinyatakan agar desain yang dibuat lebih bertanggung jawab dalam menjawab tantangan didalam masyarakat global terutama untuk para disainer yang harus lebih memahami pentingnya pemahaman tentang ini.

Proses yang kreatif akan ditemukan ketika seseorang telah memperoleh daya serap, imajinasi melalui pengetahuan terhadap meteri bahan, alat, dan proses yang akan ditekuninya. Pengetahuan akan bahan limbah keras, penggunaan alat dan kemampuan keteknikan dalam bertukang akan melahirkan sebauh proses kreatif itu sendiri. Oleh sebab itu, Kreatifitas haruslah sebisa mungkin diupayakan tercipta dengan banyak langkah sebab setelah kreatifitas muncul maka hal tersebut akan melahirkan  produk yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi serta ramah lingkungan.

Demikianlah ulasan singkat diatas semuga bermanfaat untuk anda dan anda juga dapat membaca artikel yang berkaitan lainnya yang masih membahas tentang tema yang sama seperti prinsip kerajinan bahan lunak dan juga jenis dan karakteristik bahan lunak. Terimakasih.



KEMASAN PRODUK KERAJINAN BAHAN KERAS

KEMASAN PRODUK KERAJINAN BAHAN KERAS

Manfaat Kemasan Produk Kerajinan Bahan Keras

packaging produk kerajinan bahan kertas
Pengemasan adalah sebuah teknik terkordinir yang diciptakan untuk menyiapkan produk supaya siap untuk ditransportasikan, disimpan, dijual, dan dipakai.
yang bisa didapatkan dengan adanya wadah atau pembungkus pada suatu produk, salah satunya adalah bisa mendukung produk tersebut agar terhindar dari risiko kerusakan ketika proses distribusi berlangsung.
Bukan hanya itu saja, kemasan produk kerajinan bahan keras produk juga bisa melindungi produk dari bahaya pencemaran dan masalah fisik lainnya, baik itu bersifat tekanan, benturan, maupun yang getaran.
Disamping itu, pengemasan juga bermanfaat untuk menempatkan suatu hasil pengolahan, ataupun produk industri supaya mempunyai bentuk yang bisa mempermudah proses penyimpanan, pengangkutan, serta penyaluran kepada para konsumen.
Nah, kalau dilihat dari segi pemasarannya, packaging pada suatu produk tentu sangat berperan penting, dan menjadi variabel utama yang wajib diperhatikan kembali bagi para produsen.
Selain bisa menaikkan kemungkinan para konsumen untuk membelinya, packaging pada produk juga dapat menambah kesan yang lebih di mata para pembeli kalau dibandingkan dengan produk yang tidak menggunakannya.
Karena itulah desain, warna, dan tampilan dari kemasan produk kerajinan bahan keras harus dikerjakan dengan sebaik mungkin, serta diperhatikan dalam proses perencanaannya.

Fungsi Kemasan Produk Kerajinan Bahan Keras

Secara umum, fungsi dari pengemasan pada bahan makanan terbagi ke beberapa poin, diantaranya adalah:
1.Menjadi wadah sebuah produk selama proses pengiriman, mulai dari produsen produk, hingga sampai ke tangan pengguna.
2.Melindungi dan mengawetkan produk, contohnya seperti dapat menghindarkan dari sinar ultraviolet, panas matahari, kelembapan suhu, oksigen, tekanan, serta pencemaran dari virus ataupun kuman yang bisa merusak & menurunkan kualitas dari suatu produk.
3.Sebagai identitas dari produk, dalam konteks ini, kemasan produk kerajinan bahan keras dapat digunakan sebagai media petunjuk bagi para konsumen melalui label yang terdapat pada pack produk tersebut.
4.Meningkatkan efisiensi produk, contohnya: mempermudah penghitungan suatu produk berdasarkan kemasan produk kerajinan bahan kerasnya, serta memprmudah pengiriman dan penyimpanan produk tersebut.
5.Melindungi dari dampak buruk dari luar, dan melindungi juga dari zat mengganggu yang ada di dalam produk.
Contohnya seperti produk yang memiliki aroma menusuk, ataupun produk berbahaya seperti air keras, gas beracun, dll.
Ataupun produk yang bisa memengaruhi warna dan aroma, maka dengan mengemas produk dengan baik tentunya bisa melindungi produk-produk lain yang ada di sekitarnya.
6.Memperluas penggunaan dan pemasaran produk, contohnya penjualan sirup dan kecap yang mengalami peningkatan pula semenjak penerapan kemasan produk kerajinan bahan keras pada botol.
7.Meningkatkan daya tarik calon pengguna.
8.Sebagai media petunjuk informasi dan advertising.
9.Memberi kenyamanan untuk para pembeli.

Persyaratan Bahan Kemas

Untuk menetapkan fungsi perlindungan dari kemasan produk kerajinan bahan keras produk, maka dibutuhkan pula dipertimbangkan aspek-aspek kualitas produk yang akan dilindungi nantinya.
Sebab mutu dari suatu produk ketika mencapai tangan pembeli sangat bergantung pada kondisi bahan dasar, cara pengolahan, serta kondisi penyimpanan dari produk yang hendak dikemas.
Dengan begitu, fungsi dari kemasan produk kerajinan bahan keras tersebut wajib memenuhi beberapa kualifikasi sebagai berikut:
1.Kemampuan/ daya membungkus yang baik untuk memudahkan dalam prosedur pengerjaan, pengangkutan, pengiriman, penyimpanan, dan penyusunan produk.
2.Mempunyai kapabilitas supaya bisa melindungi isi produknya dari beraneka macam resiko dari luar, contohnya perlindungan dari pengaruh kelembaban udara panas ataupun dingin, cahaya matahari, bau asing, gesekan/tekanan mekanis, dan kontaminasi mikroorganisme.
3.Dapat menjadi daya tarik untuk konsumen.
Dalam perihal ini, pengenalan produk, informasi dan penampilan seperti desain, warna, dan keindahan bahan kemasan produk kerajinan bahan keras wajib di utamakan.
4.Persyaratan ekonomi, artinya, kemampuan dalam mencukupi keinginan pasar, sasaran masyarakat, serta tempat tujuan konsumen.
5.Mempunyai bobot, ukuran, dan bentuk yang sesuai dengan norma atau standar yang ada, mudah dibentuk atau dicetak, dan mudah juga untuk dibuang.
Nah, tentu dengan adanya perjanjian yang harus dipenuhi pada kemasan produk kerajinan bahan keras tersebut, pastinya kesalahan-kesalahan dalam hal memilih bahan pokok, kesalahan-kesalahan dalam memilih desain kemasan produk kerajinan bahan keras, dan kesalahan-kesalahan dalam memilih jenis kemasan produk kerajinan bahan keras pun dapat diminimalisir.
Apalagi, kalau Anda menggunakan mesin dari Ramesia.com yang tentunya memiliki kualitas tinggi.
Sudah dapat dipastiin, untuk masalah proses pastinya akan jauh lebih cepat dan efektif, serta kekurangan-kekurangan yang proses pengemasan bisa dihilangkan.
Selain itu, ada pula beberapa persyaratan yang dibutuhkan untuk sebuah kemasan produk kerajinan bahan keras supaya bisa disebut kemasan produk kerajinan bahan keras yang memadai untuk digunakan.

Syarat Manfaat Kemasan Produk Kerajinan Bahan Keras yang Baik

Untuk bisa memenuhi syarat-syarat tersebut, maka setidaknya sebuah kemasan produk kerajinan bahan keras harus mempunyai faktor-faktor sebagai berikut:
1.Kedap udara, baik itu oksigen maupun gas lainnya.
2.Bersifat non-toksik dan inert (tidak bereaksi ataupun menyebabkan reaksi kimia) sehingga dapat menjaga kualitas aroma, warna, dan cita rasa dari produk yang dikemas.
3.Kedap terhadap air (mampu menahan unsur air ataupun kelembapan udara yang ada di sekitarnya).
4.Kuat dan tidak mudah bocor terhadap tekanan.
5.Cendrung tahan terhadap panas.
6.Mudah dikerjakan secara massal dengan harganya relatif murah.
Over all, pengertian secara singkat dari pengemasan adalah, suatu cara yang dilakukan untuk melindungi mutu dari makanan atau bahan pangan.
Yang tidak lain tujuannya adalah agar makanan atau bahan dasar produk, baik itu yang sudah diolah maupun yang belum, dapat sampai ke pihak konsumen dengan “selamat”, secara kuantitas maupun kualitas.



KERAJINAN LOGAM

KERAJINAN LOGAM

Pada saat ini kita akan membahas mengenai Kriya Logam, untuk penjelasan lengkapnya baca artikel ini:

Pengertian Kriya Logam

Kriya logam meruakan sebuah seni kerajinan atau juga keterampilan untuk dapat membuat sesuatu menjadi barang- barang yang mempunyai nilai guna dengan menggunakan logam ialah sebagai Medianya. Adapun karya yang dihasilkan itu bisa berupa karya 2 dimensi (lukisan logam) dan 3 dimensi (patung logam).
1. Media Logam, media logam yang biasa ialah digunakan didalam sebuah pembuatan karya-karya kriya logam dengan menggunakan media almunium,kuningan, serta juga tembaga.
2. Teknik-teknik, adapun teknik-teknik yang paling sering dipakai atau digunakan pada kriya logam adalah dengan teknik : Ketok, las, cor, serta patri.



Sejarah Kriya Logam

Sejarah kriya logam itu dimulai pada saat manusia belum mengenal tulisan, tepatnya di zaman logam yang memunculkan Budaya perundagian atau juga budaya logam ( logam disini bisa diartikan dengan perunggu, emas serta besi, disebabkan di Indonesia itu tidak dilewati oleh kebudayaan tembaga) merupakan suatu jenis kebudayaan dari masyarakat pra-sejarah yang menggunakan logam didalam pembuatan benda-benda serta juga seni kriya logam untuk dapat melengkapi kebutuhan hidupnya. Walupun benda kriya logam yang dibuat itu tidak terlalu banyak sebab pada masa itu belum terdapat alat serta juga bahan yang banyak, namun hasil karya yang dibuat pada zaman logam itu tidak kalah bagusnya dengan seni kriya pada masa modern sekarang ini karena seni kriya pada waktu itu memiliki/mempunyai nilai artistik (seni) serta jgua nilai sejarah yang sangat indah.
Kebudayaan tersebut diperkirakan mulai berkembang pada sekitar 500 SM. Contohnya seperti peninggalan seni kriya logam pada zaman logam yang bisa anda temui antara lain:
  1. kapak corong
  2. candrasa
  3. nekara
  4. moko
  5. topeng emas, juga
  6. bejana

Bahan Dan Alat Pembuatan Kriya Logam

Didalam pembuatan karya seni kriya logam tersebut diperlukan alat dan juga bahan yang sesuai dengan hasil karya yang diinginkan yaitu karya kriya logam dua dimensi (2D) atau karya kriya logam tiga dimensi (3D). Berikut ini merupakan alat dan bahan sesuai dengan karya yang dihasilkan :

Dua dimensi

  1. Lembaran bahan logam misalnya seperti alumunium, kuningan, tembaga, perak, dsb.
  2. Ballpoint yang sudah tidak terpakai (habis tintanya).
  3. Kertas untuk dapat menggambar sketsa kriya logam yang akan dibuat.

Tiga Dimensi

Teknik Pencetakan/Pengecoran
  1. Bahan logam misalnya seperti alumunium, kuningan, tembaga, perak, dsb.
  2. Catakan lelehan logam untuk dapat membuat pola/bentuk dasar (dari bahan lilin serta tanah liat).
  3. Tungku pembakaran.
  4. Alat untuk ukir logam.
  5. Alat untuk dapat menghaluskan logam.
Teknik Penempaan 
  1. Alat tempa logam misalnya seperti palu
  2. tungku pembakaran.
  3. Sarung tangan
  4. Alat untuk dapat menghaluskan logam.

Prosedur Pembuatan Kriya Logam

Prosedur didalam pembuatan kriya logam ini diperlukan prosedur yang berbeda antara kriya logam (2D) dua dimensi dan (3D) tiga dimensi, hal tersebut tergantung dari hasil seni kriya logam yang diminati atau diinginkan. Dibawah ini merupakan  cara/prosedur pembuatan kriya logam :

Dua dimensi

  1. Membuat gambar desain pada kertas HVS A4
  2. Gambarlah desain yang sudah jadi ditempelkan pada permukaan bahan logam yang dipakai ialah seperti almunium.
  3. Proses pada pembuatan sketsa pada media kriya logam ialah seperti almunium dengan menggunakan ballpoint bekas, dengan cara menekan serta mengikuti garis kontur pada desain gambar yang sudah dibuat.
  4. Setelah gambar itu sudah terbentuk pada permukaan almunium, kemudian kertas dicabut,
  5. setelah itu pada permukaan almunium pada bagian bawah itu dialasi dengan anduk kecil / busa , bag. atas ditekan-tekan sehingga objek gambar itu terbentuk menonjol keluar kayak relief.

Tiga dimensi

Teknik Pencetakan/Pengecoran :
  1. Siapkan semua alat serta bahan yang akan di butuhkan untuk dapat melakukan teknik pencetakan/pengecoran.
  2. Kemudian membuat cetakan dasar dari bahan yang tidak mengikat logam misalnya lilin yang sudah di bentuk dengan sesuai dengan bentuk yang akan di buat
  3. Setelah itu cetakan lilin dibungkus/dilumuri tanah liat supaya cairan logam tersebut tidak keluar dari cetakan lilin.
  4. Membakar bahan logam (almunium,kuningan, serta tembaga) di dalam tungku pembakaran sampai bahan logam itu meleleh.
  5. Kemudian bahan logam sudah menjadi cair, Kemudian cairan logam itu di tuangkan didalam sebuah cetakan dasar yang sudah di buat sebelumnya.
  6. Pada saat cairan dalam cetakan sudah mengeras/padat maka bahan logam itu dapat dikeluarkan dari cetakan untuk dilakukan pengeringan.
  7. Setelah bahan logam itu sudah berbentuk ialah seperti bentuk yang diinginkan makabahan logam itu setelah dihaluskan supaya bentuk dan juga permukaanya tampak halus.
Teknik Penempaan :
  1. Siapkan semua alat serta bahan yang akan dibutuhkan untuk dilakukannya teknik penempaan.
  2. Setelah itu  tentukan bentuk karya yang akan di buat.
  3. Setelah itu gunakan bahan logam yang sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
  4. Setelah itu masukan bahan logam kedalam tungku pembakaran setelah itu lakukan teknik penempaan yaitu dengan memukul bahan logam yang panas dikarenakan di bakar dalam tungku pembakaran dengan palu yang sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
  5. Tahap akhir, Apabila sudah selesai ialah lakukan penghalusan pada suatu permukaan hasil kriya logam itu.

Jenis- Jenis Karya Pembuatan Kriya Logam

Seni Kerajinan Uang Kepeng

Seni merangkai uang logam dari Bali adalah salah satu kekayaan pada seni budaya Nusantara yang sangat khas serta juga unik. Seni kerajinan uang logam tersebut mulai dari pembuatan uang kepeng sampai pada seni merangkai uang kepeng menjadi berbagai macam bentuk kerajinan sudah berlangsung berabad-abad lamanya pada daerah Bali.

Seni Kerajinan Patung Buddha

Patung Buddha merupakan sebuah seni kriya dari logam dengan bentuk serta motif yang menyerupai karya seni peninggalan jaman kerajaan Budha, msalnya seperti patung Ganesha, patung Budha serta juga ialah berbagai bentuk patung lainnya. Berbagai barang kerajinan serta dari logam itu dipasarkan ke berbagai kota di tanah air dan juga sebagian lagi diekspor keluar Negeri.

Seni Kerajinan Pisau

Seni kerajinan pisau ialah salah satu kerajinan yang paling banyak  digeluti oleh masyarakat di wilayah-wilayah di Indonesia, dan tiap-tiap daerah mempunyai ciri kerajinan pisau yang berbeda-beda dari bentuk, relief, ukiran bahan, serta juga cara pembuatannya.

Seni Kerajinan Vase Bunga

Seni kerajinan vase bunga adalah salah satu kerajinan yang biasanya di buat dari kuningan atau juga tembaga dengan bentuk serta juga motif yang beragam dengan tingkat-tingkatan kesulitan yang bermacam-macam.

Kesimpulan

Dengan berdasarkan penjelasan diatas bisa kita simpulkan ialah sebagai berikut :
  1. Kriya logam merupakan seni kerajinan atau juga keterampilan untuk dapat membuat sesuatu menjadi barang- barang yang mempunyai nilai guna dengan menggunakan logam ialah sebagai medianya.
  2. Karya kriya logam yang dihasilkan bisa berupa karya 2 dimensi (lukisan logam), maupun 3 dimensi (patung logam).
  3. Teknik-teknik yang biasa dipakai pada pembuatan kriya logam yakni dengan teknik seperti : Ketok, las, cor, dan patri.
  4. Dari kriya logam tersevyt dapat menghasilkan benda ialah sebagai hiasan serta sebagai benda pakai yang mempunyai nilai artistik ialah seperti pisau yang mempunyai ukiran relief.
Sekian penjelasan mengenai Kriya Logam : Pengertian, Sejarah, Jenis, Alat & Bahan, dan Prosedur, semoga dapat bermanfaat untuk anda.